--> Skip to main content

Tipe Pemain AOV(Arena of Valor) Yang Bikin Kesel Bermain

AOV jenis game moba smartphone memang sedang di sukai oleh beberapa anak mudah indonesia, banyak banget game moba yang bermunculan dan hadir di smartphone salah satunya AOV (Arena of Valor) yang sebelumnya bermana Mobile Arena. Menurut saya game ini seru dan menyenangkan permainan berjalan cukup cepat tapi kadang menemukan hal-hal yang bikin kesal tapi kadang lucu juga. Resiko pemain solo/sendiri.
Tipe Pemain AOV(Arena of Valor) Yang Bikin Kesel Bermain
sumber gambar : aov.co.id
1. AFK dan Meninggalkan Permainan
Kalau yang ini semua yang pernah main game moba pernah merasakan salah satu dari tim kita tiba-tiba AFK, diam melulu bergerak juga dikendalikan sama AI, atau disaat pertarungan lagi sengit tiba-tiba ada yang meninggalkan permianan. memang ada orang yang selalu bilang jangan dibuat serius dalam game, Kalau begitu kenapa mereka main game ini tertekan sedikit langsung pergi, kalau tim sedang unggul sok ngatur. memang kalau soal kalah itu biasa tapi hargai pemain lain yang ingin menang. 

2. Nyerang Drak Slayer Sendirian
Kalau newbie sedikit wajar, tapi gak semua newbie bertindak konyol menyerang Dark Slayer sendirian apalagi level heronya belum mentok 15. Dikasih tahu agar gak nyerang malah chat "Gue berani sendiria" akhirnya mati konyol padahal rekan tim lain lagi bertahan dari serangan lawan. eh ... si noob itu malah balik lagi nyerang Dark Slayer udah mati balik lagi ke Dark Slayer. Buff gak dapat mati terus tim pun kalah. Disanalah rekan setim menguluarkan kata-kata mutiara, serba salah juga chat sopan dicuekin, Baru bereaksi dengan chat kata mutiara baru balas.

3. Tukang Babat Hutan
Ada aja yang fokus dihutan, boro-boro lirik tower yang digrogoti creep, rekan setim yang terdekat keselutan cuek, bolak-balik ke hutan darah udah dikit recall, kehutan lagi terus aja begitu hutan dimonster wilayah sendiri dibabat abis.Gak salah kehutan apalagi untuk beberapa hero yang mengharuskan ke hutan biar cepat naik level dari bunuh monster dapat exp, gold serta buff sekaligus sambil menjelajah membantu rekan, push tower atau bersih-bersih creep lawan. Memang ada beberapa tutorial di Youtube para pemain berpengalaman ngajarin tapi mereka tahu timing yang tepat kapan ke hutan kapan batu teman, sehingga permainan berjalan dengan efektif.

4. Terlalu santai
Ini juga sering terjadi di game AOV, terlalu santai, harus diingat game AOV berjalan dengan cepat, sekaligus tower-tower mudah dihancurkan di awal game kita harus terus bergerak, push tower lawan dan cari celah cara bunuh lawan sampai menghancurkan tower utama markas musuh. Dari pengalaman saya apalagi di rank bawah para pemain terlalu santai kalau skor lebih unggul,level hero lebih tinggi dan beberapa tower musuh sudah hampir rata malah menurukan serangan dan main-main cari kill. Kadang suka ada yang chat begini "Jangan langsung di abisi main-main dulu" Menurut saya kurang tepat. Lebih baik jangan kasih kesempatan musuh buat bernafas, teruslah push tower, jangan biarkan item dan level musuh bertambah, tekan terus jangan sampai musuh berbalik menyerang. Kalau santai begitu musuh bisa-bisa comeback dan memang. Percuma kita banyak kill, skor tinggi tapi kalah, apalagi kalau main Match Ranked lebih baik cepat-cepat selesaikan biar gak buang waktu, untuk match selanjutnya.

5. Mukill
Digame AOV juga banyak banget yang mukill (Maunya Kill, Mau untung kill, muka kill) banyak arti-arti mukill tergantung arti dari pemain itu sendiri. Contohnya banyak banget gak peduli sama rekan,gak peduli tower,gk peduli menang, gak peduli kalah, yang penting kill. Saking mukillnya lihat darah lawan dikit dikejar sampai ke tower akhirnya mati ditembak tower, atau ngejar lawan sampai kehutan akhirnya dikeroyok lawan terus nyalahin "Woy bantu" Atau rekan setim lagi War dia ngumpet rekan udah mati semua, dia muncul lihat darah musuh dikit lagi nyampah gitu udah begitu recall lalu lari ke hutan. Lucu 'kan.

6. Gila MVP
Di game ini juga banyak lo yang gila MVP biasanya di rank bawah maunya kill terus untuk dapat MVP dari nyampah kill. Setelah pertandingan terakhir screenshot lalu post digrup "kok gak dapat MVP padahal kill gue banyak" padahal ada rekannya yang gak kill dapat MVP dari "Assis". Lucu 'kan player jaman now.

7. Egois Tim Jadi Gak Seimbang
Di game ini juga banyak yang egois, itu dia mementingkan kill sehingga banyak yang pilih hero ber demage tinggi seperti archer atau mage, gak mau pilih tank atau warrior. Mereka lupa archer atau mage itu pertahannya tipis, biasanya para pemain berpengalaman nyasar archer atau mage dulu buat diabisin. Menurut saya untuk pemain solo yang gak punya tim tantangannya lebih berat, kuasailah 5 hero dari tipe yang berbeda, biar banyak pilih.

8. Buta Map dan Gak mau roaming
Digame ini juga banyak yang buta Map terutama dirank bawah gak pernah memperhatikan map, gak pernah peduli sinyal dari rekan seperti "Saya butuh bantuan", disuruh mundur malah maju. Rekan di top lane sedang bertahan menghadapi 2 musuh, cuek asik berempat di Mid itupun musuh cuma 2 tapi yang mokad rekan dari tim, bottom lane kosong di serang lawan 1 akhirnya tower runtuh.

9. Player Surrender (Menyerah)
Game AOV dalam match menyediakan tombol "Menyerah" bila para pemain sudah gak sanggup melawan. Mungkin kawan-kawan pernah/sering ketemu dengan player yang suka menekan tombol menyerah padahal tower masih belum ancur semua, padahal kita masih ingin bermain dan percaya akan adanya epic comeback tapi apa daya pemain lain malah menyerah. Kadang kesel juga nemu pemain gampang menyerah.

Akhir kata mohon maaf tidak bermaksud menyinggung siapapun dalam artikel yang saya buat ini.
Cara Berkomentar: Silahkan tuliskan komentar Dengan cara "buka komentar" Gunakan akun Disqus untuk berkomenetar.
Buka Komentar
Tutup Komentar